Rabu, 17 Mei 2017

CHAPTER 7 TELEKOMUNIKASI, INTERNET, DAN JARINGAN


7.1 TELEKOMUNIKASI DAN JARINGAN DALAM BISNIS
Tren Jaringan Dan Komunikasi
Di masa lalu, perusahaan – perusahaan menggunakan 2 tipe dasar jaringan yaitu telepon dan computer. Jaringan telepon bermula dari perusahaan telepon yang menggunakan teknologi transmisi suara, baik hardware maupun software. Sementara jaringan computer berasal dari perusahaan computer yang mentransmisikan computer – computer di lokasi yang berbeda. Seiring dengan berkembangnya teknologi, jaringan telepon dan computer berubah menjadi satu jaringan digital berbasis internet. Penyedia layanan telekomunikasi saat ini tidak hanya menawarkan satu bidang saja, tapi mulai dari transmisi data, akses internet, layanan telepon seluler, dan televisi. Semua perkembangan teknologi, baik suara, video maupun komunikasi tersebut didukung oleh internet. Kedua jaringan suara dan komunikasi data telah semakin cepat, mudah dibawa, dan lebih murah. Didukung juga kecepatan internet yang semakin hari semakin tinggi membuat orang – orang berbondong – bondong menggunakan internet. Bahkan pada saat ini hampir setiap orang telah menggunakan smartphone dan netbook untuk keseharian mereka. 

Apa Itu Jaringan Komputer?
Secara sederhana, jaringan computer adalah dua atau lebih computer yang saling terkoneksi. Beberapa komponen yang harus ada dalam sebuah jaringan adalah computer client, computer server, network interface, software system operasi jaringan, dan media koneksi.
Setiap jaringan computer pasti mempunyai NIC (network interface card), yaitu sebuah kartu yang terpasang pada motherboard computer dan berfungsi sebagai media koneksi jaringan. Ada pula system operasi jaringan (NOS) yang mengalirkan dan mengelola komunikasi antarjaringan serta mengoordinasikan sumber daya jaringan. System operasi ini terpasang pada computer server, dimana contoh system operasinya seperti Microsoft, linux, dan macintosh. Selain itu, jaringan juga memuat sebuah switch atau hub sebagai titik koneksi diantara computer – computer. Hub merupakan alat yang menghubungkan komponen jaringan, mengirimkan paket data ke semua perangkat yang saling terkoneksi. Sedangkan switch lebih lengkap dari hub dan dapat menyeleksi serta mengirimkan data ke tujuan spesifik pada jaringan. Sementara jika ingin berkomunikasi dengan jaringan yang berbeda, maka dibutuhkan sebuah router. 

Jaringan Pada Perusahaan Besar
Jaringan yang telah disebutkan sebelumnya adalah jaringan untuk bisnis skala kecil. Sementara jaringan untuk perusahaan besar membutuhkan infrastruktur jaringan yang lebih besar,juga membutuhkan Local Area Network (LAN) dalam jumlah banyak untuk menghubungkan jaringan lain dan jaringan perusahaan besar. Server pun harus kuat yang didukung web site perusahaan, intranet perusahaan, dan extranet.

Perusahaan besar umumnya sudah menggunakan wireless local area network (wi-fi) dan system videoconferencing untuk mendukung kinerja para karyawan. Merka menggunakan teknologi tinggi, muali dari layanan telepon dan jaringan data perusahaan dengan internet, wireless, dan handphone.
Dengan adanya internet dan data berbasis didgital, perusahaan lebih mudah dalam mengintegrasikan komunikasi perusahaan.

Komponen Teknologi Digital
Jaringan digital dan internet pada zaman sekarang berdasar pada tiga komponen utama, yaitu computer client/server, penggunaan paket switching, dan pembangunan standar komunikasi secara luas untuk menghubungkan jaringan dan computer yang terpisah.

1. Komputer client/server
Komponen pertama teknologi digital ini mempunyai dua unsur, yaitu computer server dan computer client. Computer client/server ini bermakna bahwa harus ada pihak yang berperan sebagai penyedia layanan (server) dan ada yang sebagai penerima layanan (client). Internet adalah pengguna terbesar dari komputerisasi client/server.

2. Paket switching
Paket switching adalah sebuah metode dari pemotongan pesan digital ke dalam beberapa bagian yang disebut paket, mengirimkan paket, dan mengumpulkan pesan – pesan tersebut menjadi satu kembali sampai ke tujuan. Paket switching ini merupakan cara yang efisien dalam menggunakan kapasitas jaringan yang ada. Hal ini dikarenakan pada saat data dikirim, data tersebut akan dipecah – pecah dahulu menjadi paket – paket kecil. Namun ketika sampai di tujuan, pesan tersebut akan kembali utuh sebagi suatu informasi.
3. TCP/IP dan konektivitas
Dalam sebuah jaringan telekomunikasi, hardware dan software harus bekerja sama dalam mengirimkan informasi. Komponen berbeda dalam sebuah jaringan dihubungkan dengan yang lain hanya dengan melekatkan sekumpulan protocol. Protocol adalah seperangkat aturan dan prosedur dalam mentransmisikan informasi diantara dua titik dalam jaringan. Namun saat ini, perusahaan banyak yang menggunakan Transmision Control Protocol/ Internet Protocol (TCP/IP). TCP/IP ini telah dibangun sejak 1970 oleh Amerika serikat.
TCP berfungsi menangani perpindahan data pada computer. Selain itu, TCP juga membangun koneksi dalam computer, mengendalikan rentetan arus transfer paket. Sementara IP bertanggung jawab dalam pengiriman paket – paket dan termasuk pengubahan paket pada saat transmisi.


7.2 Jaringan Komunikasi
Sinyal
Digital VS Analog

Ada dua cara untuk mengkomunikasikan pesan dalam sebuah jaringan: yaitu sinyal analog dan sinyal digital. Sinyal analog diwakili oleh bentuk gelombang kontinyu yang melewati media komunikasi dan telah digunakan untuk komunikasi suara. Perangkat analog yang paling umum adalah handset telepon, speaker di komputer Anda, atau earphone iPod Anda, yang semuanya menciptakan bentuk gelombang analog yang dapat didengar telinga. Sinyal digital adalah bentuk gelombang biner diskrit, bukan bentuk gelombang kontinyu. Sinyal digital mengkomunikasikan informasi sebagai string dari dua keadaan diskrit: 1 bit dan 0 bit, yang diwakili sebagai pulsa listrik on-off. Komputer menggunakan sinyal digital dan memerlukan modem untuk mengubah sinyal digital ini menjadi sinyal analog yang dapat dikirim melalui saluran telepon, jalur kabel, atau media nirkabel yang menggunakan sinyal analog.

JENIS JARINGAN 
Ada banyak jenis jaringan dan cara untuk mengklasifikasikannya. Salah satunya adalah jaringan area lokal (LAN) dirancang untuk menghubungkan komputer pribadi dan perangkat digital lainnya dalam radius setengah mil atau 500 meter. Jaringan Metropolitan dan Wide Area Jaringan wide area (WAN) menjangkau jarak geografis yang luas-seluruh wilayah, negara bagian, benua, atau seluruh dunia. WAN yang paling universal dan bertenaga adalah Internet. Jaringan area metropolitan (MAN) adalah jaringan yang membentang di wilayah metropolitan, biasanya kota dan pinggiran kota utamanya. Lingkup geografisnya berada di antara WAN dan LAN.

MEDIA TRANSMISI FISIK 
Jaringan menggunakan berbagai jenis media transmisi fisik, seperti kabel twisted, kabel koaksial, serat optik, dan media transmisi nirkabel. Masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Berbagai kecepatan dimungkinkan untuk media tertentu tergantung pada konfigurasi perangkat lunak dan perangkat keras. Ada tiga jenis jaringan nirkabel yang digunakan oleh komputer: microwave, seluler, dan Wi-Fi. Kecepatan Transmisi Jumlah total informasi digital yang dapat dikirim melalui media telekomunikasi diukur dalam bit per detik (bps). Satu perubahan sinyal, atau siklus, diperlukan untuk mentransmisikan satu atau beberapa bit; Oleh karena itu, kapasitas transmisi masing-masing jenis media telekomunikasi detik yang dapat dikirim melalui media tersebut diukur dalam hertz-one hertz sama dengan satu siklus medium. Kisaran frekuensi yang dapat diakomodasi pada saluran telekomunikasi tertentu disebut bandwidth-nya. Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi tertinggi dan terendah yang dapat diakomodasi pada satu kanal. Semakin besar rentang frekuensi, semakin besar bandwidth dan semakin besar kapasitas transmisi saluran.


7.3 Internet Global
Apakah internet?
Internet merupakan jaringan-jaringan yang saling terhubung dimana setiap jaringan mempunyai identitasnya sendiri. Sebagian besar rumah dan usaha kecil terhubung ke internet dengan berlangganan ke sebuah penyedia layanan internat. Penyedia Layanan Internet (ISP) adalah perusahaan komersial dengan koneksi permanen ke internet yang menjual sementara koneksi ke pelanggan ritel.

Alamat dan Arsitektur Internet
Internet didasarkan pada paket protokol jaringan TCP / IP. Setiap komputer di Internet memiliki kode atau IP address yang unik.

Domain Name System
Domain Name System (DNS) mengubah nama domain menjadi alamat IP. DNS memiliki struktur hirarki, dibagian atas hirarki DNS adalah domain akar. Domain anak dari akar domain tingkat atas, dan domain anak dari domain tingkat atas disebut domain tingkat kedua. Domain tingkat atas adalah nama dua dan tiga karakter yang sering dikenal dengan berselancar di Web, misalnya .com untuk organisasi komersial,  .edu untuk institusi pendidikan, dan aneka ragam kode negara seperti .ca untuk Kanada atau .it untuk Italia.

Arsitektur dan Tata Kelola Internet
Lalu lintas data internet dibawa melalui backbone berkecepatan tinggi antar benua. Jaringan ini yang umumnya beroperasi di kisaran 45 Mbps sampai 2,5 Gbps. Jalur utama ini biasanya dimiliki oleh perusahaan telepon jarak jauh (disebut penyedia layanan jaringan) atau oleh pemerintah nasional. Tidak ada yang "memiliki" Internet, dan internet tidak memiliki manajemen formal. Namun kebijakan Internet di seluruh dunia ditetapkan oleh sejumlah organisasi profesi dan badan pemerintah, termasuk Internet Architecture Board (IAB), yang membantu menentukan keseluruhan struktur Internet.

Internet Masa Depan: Ipv6 dan Internet2
Internet awalnya tidak dirancang untuk menangani data transmisi masif milyaran pengguna. Karena itu diperkirakan IP address internet akan habis. Sehingga sedang dikembangkan  versi baru dari skema pengalamatan IP yang disebut Internet Protocol versi 6 (IPv6) yang berisi alamat 128-bit (2 sampai kekuatan 128), atau mungkin lebih dari satu kuadriliun alamat unik.  Internet2 dan Next-Generation Internet (NGI) adalah konsorsium yang mewakili 200 universitas, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah di negara bagian Amerika Serikat yang sedang mengerjakan versi baru yang tangguh dan memiliki bandwidth Internet tinggi.

Layanan Internet dan Alat Komunikasi
Komputer klien yang terhubung ke Internet memiliki akses ke berbagai layanan. Layanan ini meliputi e-mail, chatting or instant messaging, newsgroups, dan lain-lain.

Voice over IP
Internet juga menjadi platform yang populer untuk transmisi suara dan jaringan perusahaan teknologi. Teknologi voice over IP (VoIP) memberikan informasi suara dalam bentuk digital menggunakan packet switching, menghindari tol yang digunakan lebih banyak orang yang secara bersamaan terhubung ke internet.

Virtual Private Network
Jaringan pribadi virtual (VPN) adalah jaringan pribadi yang aman dan terenkripsi yang telah dikonfigurasi untuk memanfaatkan skala ekonomi dan fasilitas pengelolaan jaringan besar, seperti internet. VPN juga menyediakan infrastruktur jaringan yang dapat digabungkan dengan jaringan suara dan data.

WEB
Web adalah yang paling populer. Layanan internet Ini adalah sistem dengan standar yang berlaku universal untuk penyimpanan, mengambil, memformat, dan menampilkan informasi menggunakan arsitektur client / server. Halaman web diformat menggunakan hypertext dengan link tertanam itu menghubungkan dokumen satu sama lain dan juga menghubungkan halaman ke objek lain, seperti file suara, video, atau animasi.

Hypertext
Halaman web didasarkan pada Hypertext Markup Language (HTML) standar, yang memformat dokumen dan menggabungkan tautan dinamis ke dokumen lain dan gambar yang tersimpan di komputer yang sama atau jauh. Halaman web dapat diakses melalui Internet karena perangkat lunak browser Web yang mengoperasikan komputer dapat meminta halaman Web yang tersimpan di host Internet server menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP). HTTP adalah standar komunikasi yang digunakan untuk mentransfer halaman di Web. Ada bagian informasi di dalam alamat Web yang membantu browser melacak halaman yang diminta disebut uniform resource locator (URL). Saat diketik ke browser, sebuah URL memberitahu perangkat lunak browser persis di mana mencari informasi.

Server Web
Server Web adalah perangkat lunak untuk menemukan dan mengelola halaman Web yang tersimpan. Server Web yang paling umum digunakan saat ini adalah Apache HTTP Server, yang mana menguasai 54 persen pasar.

Mencari Informasi dalam Web
Bagaimana mencari suatu informasi di dalam milyaran sumber informasi yang ada dalam internet? Jawabannya adaalah Mesin Pencari (Search Engine). Mesin pencari berusaha memecahkan masalah menemukan informasi yang berguna di Web seketika, dan boleh dibilang, mereka adalah "aplikasi dahsyat” era Internet. Mesin Pencarian ini bisa menyaring file HTML, file aplikasi Microsoft Office, file PDF, serta file audio, video, dan gambar. Ada ratusan mesin pencari yang berbeda di dunia, namun sebagian besar hasil pencarian disertakan oleh tiga penyedia teratas: Google, Yahoo, dan mesin pencari Bing milik Microsoft.

Web 2.0
Situs Web hari ini tidak hanya berisi konten statis, mereka memungkinkan orang untuk melakukan kolaborasi berbagi informasi, dan membuat layanan dan konten baru secara online. Layanan berbasis internet interaktif generasi kedua ini disebut sebagai Web 2.0. Layanan ini memiliki empat fitur yang menentukan: interaktivitas, kontrol pengguna real-time, partisipasi sosial (sharing), dan konten buatan pengguna.

Web 3.0 : Web Masa Depan
Web 3.0 adalah janji masa depan. Web dimana semua informasi digital, semua kontak, bisa digabungkan  bersama menjadi satu pengalaman yang berarti. Terkadang ini disebut sebagai Semantic Web. "Semantik" mengacu pada kata berarti. Sebagian besar konten Web saat ini dirancang bagi manusia agar komputer  mengerti dan menampilkan informasi yang diinginkan, bukan untuk program komputer yang bisa dianalisis dan dimanipulasi.

7.4 REVOLUSI NIRKABEL
Sistem-Sistem Seluler
Generasi sebelumnya, sistem selular dirancang terutama untuk suara dan transmisi data terbatas dalam bentuk pesan teks singkat. Operator nirkabel sekarang menawarkan jaringan selular yang lebih kuat yang disebut generasi ketiga atau Jaringan 3G, dengan kecepatan transmisi mulai dari 144 Kbps untuk pengguna ponsel. Ini adalah kapasitas transmisi yang cukup untuk video, grafik, dan media lengkap lainnya, selain suara, membuat jaringan 3G cocok untuk akses Internet broadband nirkabel. Banyak selular handset 3G enabled yang tersedia saat ini.
Jaringan selular berkecepatan tinggi secara luas digunakan di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan bagian dari Eropa Utara. Di US lokasi tanpa cakupan penuh 3G, operator seluler AS telah mengupgrade jaringan mereka untuk mendukung kecepatan transmisi, memungkinkan ponsel digunakan untuk akses Web, download musik, dan layanan broadband lainnya. PC yang dilengkapi dengan khusus kartu dapat menggunakan layanan selular broadband untuk kapan dan dimana saja akses internet nirkabel.
Evolusi berikutnya dalam komunikasi nirkabel, disebut jaringan 4G, sepenuhnya merupakan packet switched dengan kecepatan 100 Mbps transmisi (yang dapat mencapai 1 Gbps di bawah kondisi yang optimal), dengan kualitas premium dan keamanan tinggi.

Jaringan Komputer Nirkabel Dan Akses Internet
1. Bluetooth
Bluetooth adalah nama populer untuk jaringan nirkabel 802.15 standar, yang berguna untuk membuat personal area network (PANs) kecil. Merupakan link delapan perangkat dalam wilayah 10 meter menggunakan daya rendah, berbasis radio komunikasi dan dapat mengirimkan hingga 722 Kbps di band 2,4 GHz.

Bluetooth memungkinkan berbagai perangkat, termasuk ponsel, smartphone, keyboard nirkabel dan mouse, PC, dan printer, berinteraksi secara nirkabel dengan satu sama lain dalam area (10 meter) 30-kaki kecil. Bluetooth dapat digunakan untuk perangkat serupa untuk mengirimkan data dari jaringan satu PC ke yang lain.

2.  Wi-Fi dan akses Internet nirkabel
Set 802.11 standar untuk LAN nirkabel dan Internet nirkabel juga dikenal sebagai Wi-Fi. Stardar pertama diadopsi secara luas adalah 802.11b, yang dapat mengirimkan hingga 11 Mbps di 2.4 GHz band tidak berlisensi dan memiliki jarak efektif 30 sampai 50 meter. Standar 802.11g dapat mengirimkan sampai dengan 54 Mbps di kisaran 2.4 GHz. 802.11n mampu mentransmisikan lebih dari 100 Mbps.

Dalam kebanyakan komunikasi Wi-Fi, perangkat nirkabel yang berkomunikasi dengan kabel LAN menggunakan akses poin. Titik akses adalah sebuah kotak yang terdiri dari radio Penerima pemancar dan antena yang menghubungkan ke jaringan kabel, router, atau hub. Mobile access point seperti Virgin Mobile MiFi menggunakan jaringan selular yang ada untuk membuat koneksi Wi-Fi.

Kelemahan dari jaringan Wi-Fi adalah kerentanan terhadap gangguan dari sistem beroperasi di spektrum yang sama, seperti telepon selular, microwave oven, atau LAN nirkabel lainnya. Namun, nirkabel jaringan berbasis 802.11n standar mampu memecahkan masalah ini dengan menggunakan beberapa nirkabel antena bersama-sama untuk mengirim dan menerima data dan teknologi disebut MIMO (multiple input multiple output) untuk mengkoordinasikan beberapa simultan radio sinyal.

      3. WiMax
WiMax adalah singkatan Worldwide Interoperability for Microwave Access, adalah istilah yang populer untuk IEEE 802.16 standar. Nirkabel memiliki jangkauan hingga 31 mil dan kecepatan transmisi hingga 75 Mbps. Antena WiMax cukup kuat untuk balok kecepatan tinggi koneksi Internet pada antena atap rumah dan bisnis yang mil jauhnya. Seluler handset dan laptop dengan kemampuan WiMax muncul di pasar. Mobile WiMax adalah salah satu teknologi jaringan pre - 4G kita bahas sebelumnya dalam bab ini. Clearwire, yang dimiliki oleh Sprint Nextel, yang menggunakan teknologi WiMax sebagai dasar untuk jaringan 4G Amerika Serikat.

RFID Dan Sensor Jaringan Nirkabel
Identifikasi Frekuensi Radio (RFID) identifikasi sistem menyediakan teknologi yang kuat untuk melacak gerakan ke seluruh rantai pasokan. Sistem RFID  menggunakan tag kecil dengan microchip yang tertanam yang berisi data tentang item dan lokasi untuk mengirimkan sinyal radio lebih dari jarak pendek untuk pembaca RFID. RFID pembaca kemudian melewati data melalui jaringan komputer untuk pengolahan. Tidak seperti bar code, tag RFID tidak perlu line-of-sight kontak untuk dibaca. RFID tag elektronik diprogram dengan informasi yang dapat unik mengidentifikasi item ditambah informasi lain tentang item, seperti yang lokasi, dimana dan Kapan itu dibuat, atau status selama produksi. Tertanam dalam tag adalah microchip untuk menyimpan data. Sisanya dari tag antena yang mentransmisikan data ke pembaca.

7.5 PENANGANAN PROJEK SIM
Masalah Keputusan Manajemen
1.      ketika ada sebuah perusahaan yang diminta untuk mulai menggunakan system radio frequency indentification, di mana RFID ini memrlukan beberapa komponen seperti biaya hardware, software, dan jaringan. Apakah keputusan yang akan diambil? Apakah perusahaan akan tetap menggunakan teknologi tersebut dengan beberapa factor yang dipertimbangkan?

2.      Contoh kasus yang kedua adalah sebuah perusahaan yang menjual peralatan medis dan operasi pada rumah sakit dan klinik. Mereka harus melayani kurang lebih 700 konsumen dengan karyawan yang berjumlah 500 orang di tujuh tempat berbeda. Selama ini, para karyawan tersebut berkomunikasi lewat layanan telepon biasa, e-mail, sms, dan handphone. Manajemen dihadapkan pada keputusan apakah akan menggunakan system komunikasi yang dapat terintegrasi antarkaryawan, tentunya dengan factor – factor yang dipertimbangkan.

Meningkatkan Pengambilan Keputusan: Menggunakan Spreadsheet
Software untuk Mengevaluasi Layanan Wireless
Dalam kasus ini, perusahaan akan dihadapkan menggunakan web untuk mengetahui layanan wireless alternative dan menggunakan software spreadsheet untuk menghitung biaya penggunaan wireless bagi tenaga penjualan. Sebelumnya perusahaan tentu harus menyediakan 35 handphone yang kompatibel bagi tenaga penjualannya. Kemudian tentukan jasa penyedia wireless yang akan digunakan dan hitung kebutuhan penggunaan wireless bagi setiap tenaga penjualan, sehingga akan ditemukan biayanya. Penggunaan software spreadsheet untuk menentukan layanan wireless dan handset akan memudahkan penentuan harga terbaik untu setiap orang.

Anggota Kelompok
1. Nadia Septiani
2. Chusnul Khatimah
3. Tria Oktavia
4. Gayatri Luthfia S



Selasa, 06 Desember 2016

Perbedaan Financial Statement dengan Financial Reporting

A.     Perbedaan Laporan Keuangan (Financial Statement) dengan Pelaporan Keuangan (Financial Report)
1.      Financial Statement (Laporan Keungan)
Financial Statement merupakan media utama yang digunakan perusahaan untuk memberikan informasi kepada pihak eksternal, seperti pemegang saham, kreditur, dan pemerintah. Secara umum, laporan ini menginformasikan kegiatan yang telah dilakukan perusahaan dalam bentuk data kuantitatif. Selain itu, memuat pula informasi yang dapat digunakan untuk membuat perbandingan dengan organisasi lain. Dalam pembuatan laporan keuangan harus mengikuti standar yang sudah ditentukan oleh negara sesuai dengan regulasi keauangan yang ada. Laporan Keuangan terdiri dari:
(1) Laporan posisi keuangan
(2) Laporan Laba Rugi dan Laba Rugi Komprehensif lainnya
(3) Laporan Arus Kas
(4) Laporan Ekuitas
(5) Catatan atas Laporan Keuangan

2.      Financial Report
Financial Report cakupannya lebuh luas dibandingkan dengan financial statement. Financial Report memuat financial statement, managerial reporting, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan entitas (profil perusahaan, harga saham, CSR, laporan dampak lingkungan dan alam, prosfektus, dll). Financial reporting ini seperti laporan-laporan tahunan perusahaan. Tujuan dari pembuatan Financial Report yakni untuk menyediakan informasi perusahaan secara keseluruhan  yang dibutuhkan oleh pihak eksternal, yang memungkinkan mereka untuk mengamati kinerja perusahaan dari waktu ke waktu dan membuat perbandingan dengan organisasi yang berbeda. 

B.      Perbedaan Siklus Akuntansi Manual dan Sistem Informasi Akuntansi
1.      Sistem Akuntansi Manual
a.      Mengumpulkan serta Menganalisis Data Transaksi
Permulaan siklus akuntansi diawali dari proses pengumpulan data transaksi keuangan yang berupa bukti transaksi. Dari bukti transaksi inilah data transaksi keuangan dapat teridentifikasi. Setelah terkumpulnya berbagai bukti transaksi, kemudian dianalisis apakah transaksi yang terjadi tersebut sudah sah atau sesuai untuk diakui atau tidak diakui dan berapa jumlah data yang harus diakui.
b.      Pencatatan Transaksi / Penjurnalan
Setelah tahap pengumpulan bukti transaksi selesai dan sudah dinilai, langkah selanjutnya adalah mencatat atau menjurnal setiap nilai transaksi yang ada pada bukti-bukti transaksi tersebut kemdian dimasukkan ke dalam buku catatan transaksi. Proses ini seringkali disebut dengan proses penjurnalan.

c.       Memposting Nilai Catatan Transaksi Jurnal ke Dalam Buku Besar
Pada langkah yang sebelumnya dalam jurnal umum, catatan atas transaksi masih dalam kondisi yang tercampur-campur, masih belum terpilah-pilah, berbagai jenis transaksi ditampung kedalam satu catatan saja. Pada langkah ke-3 inilah, catatan atas transaksi jurnal tersebut kemudian diposting/dipindahkan ke dalam kelompok setiap masing-masing akun perkiraan menyesuaikan dengan jenis transaksinya. Dan dari akhir proses ini, kumpulan dari nilai transaksi nantinya akan membentuk nilai akhir yang disebut dengan “saldo akhir”. Saldo akhir ini bisa berupa saldo debet atau saldo kredit, menyesuaikan dengan jenis akunnya masing-masing.
d.      Neraca / Trial Balance
Sebagian besar perusahaan telah banyak menggunakan sistem double entry yang syaratnya harus dengan kondisi yang balance (seimbang). Setiap kali terdapat penambahan pada suatu akun akan selalu disertai dengan pengurangan oleh akun yang lainnya, juga sebaliknya. sebagai implementasinya, setiap transaksi dicatat pada dua atau lebih jenis akun sekaligus. Lalu bagaimana jika jumlahnya tidak sama ? yang harus dilakukan adalah “Diselidiki”, mencari tahu mengapa jumlahnya bisa tidak sama. Yang jelas, jika tidak sama pastilah terjadi ketidaksesuaian dalam pencatatan (penjurnalan).
e.      Menyusun Jurnal Penyesuaian
Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya suatu ketidaksesuaian yang membuat jumlah nilai akun yang bersaldo debit dengan akun yang bersaldo kredit menjadi tidak seimbang (tidak sama).
·         Adanya sejumlah transaksi yang masih belum atau tidak dicatat
·         Adanya kesalahan perhitungan, transaksi dicatat dengan nilai yang terlalu besar atau tercatat terlalu kecil
·         Terdapat transaksi yang tidak dapat diakui sekaligus sebagai akibat dari penerapan sistem akrual
f.        Neraca Setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)
Langkah ke-4 diulangi sekali lagi. Apabila masih belum seimbang juga, maka langkah ke-5 juga harus dulangi kembali. Ke-2 langkah ini akan terus diulang sampai kondisi menjadi benar-benar sudah balance (seimbang).
g.      Menyusun Laporan Keuangan
Setelah kesimbangan sudah bisa tercapai, maka selanjutnya adalah menyusun Laporan Keuangan (Financial Statement). Laporan keuangan merupakan salah satu proses yang paling utama dari akuntansi, laporan keuangan terdiri atas 5 jenis laporan penting yaitu Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

h.      Melakukan Penutupan Buku
Pendapatan dan biaya akan terakumulasi serta dilaporkan untuk setiap periode tertentu (umumnya bulanan, atau tahunan. Jika bank sepertinya mungkin melaksanakannya setiap hari) supaya ke-2 jenis akun ini tidak tercampur dengan periode selanjutnya, maka diperlukan penutupan akun sehingga saldo menjadi nol pada setiap akhir periode. Penutupan dilakukan dengan cara memasukan jurnal pembalik. pendapatan yang umumnya dijurnal pada sisi kredit, pada proses kali ini akan ditempatkan pada sisi debit, dan biaya yang biasanya ada pada sisi debit, pada proses kali ini akan ditempatkan pada sisi kredit, sehingga akun pendapatan dan biaya akan menjadi 0 (nol). Nilai selisih (laba atau rugi) selanjutnya akan dipindahkan ke neraca, yaitu akun Laba Periode Sekarang (Current Earning) yang nantinya akan menambah akun Retained Earning (Laba Ditahan). Catatan : Khusus jurnal pembalik yang untuk menutup pendapatan dan biaya juga disebut sebagai jurnal penutup (closing jurnal). Setelah langkah langkah ini dilakukan, maka akun pendapatan dan beban akan bernilai 0 (nol). Akun yang masih mempunyai nilai saldo hanya akun yang masuk didalam golongan neraca saja (aktiva dan pasiva). Nilai saldo akun kelompok neraca kemudian dijumlah/diakumulasikan dan dilanjutkan pada periode berikutnya atau lebih dikenal dengan “saldo awal bulan berikutnya”.

i.        Membuat Penyesuaian Kembali Pasca Penutupan
Langkah ke 9 terakhir dalam siklus akuntansi ini dilakukan hanya untuk dua tujuan, yaitu untuk memastikan seluruh kelompok akun pendapatan dan biaya telah ditutup dan untuk memastikan seluruh saldo dalam akun kelompok neraca telah dalam kondisi yang seimbang (balance) dan siap menjadi saldo awal pada periode selanjutnya.



2. Sistem Informasi Akuntansi
  Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system) yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data      sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi: 

a.      Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan dan penerimaan terdiri dari berebagi sistim yang mencatat penjualan barang/jasa, penerimaan dan mencatat transfer pembayaran dari pelanggan.

b.      Siklus Pengeluaran
Tujuan umum diselenggarakan siklus pengeluaran adalah Barang yang dibeli adalah yang dibutuhkan perusahaan, Barang diterima sesuai dengan pesanan dan dlm kondisi baik, Melindungi barang sampai dengan saat digunakan, Faktur pembelian barang atau jasa sudah benar dan sah, dan Mencatat dan mengklasikan biaya dengan teliti dan segera.

c.       Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.

d.      Siklus Penggajian Sumber Daya Manusia
Siklus ini mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai. Siklus manajemen sumber daya manusia melibatkan prosedur penggajian.

e.      Siklus Keuangan
Mencakup kegiatan untuk mendapatkan laba dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali. Siklus ini merupakan laporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku besar.


Sumber: James A. Hall – Accounting Information Systems

http://easyaccountingsystem.co.id/artikel/proses-siklus-akuntansi-manual/#dialog

Selasa, 29 November 2016

Perbedaan General Control dan Application Control

1.  Pengendalian Umum
Pengendalin Umum (General Control) adalah kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan aplikasi sistem informasi dan mendukung fungsi dari application control dengan cara membantu menjamin keberlangsungan sistem informasi yang ada. Pengendalian umum mencakup pengendalian terhadap tata kelola teknologi informasi (IT Governance), infrastruktur teknologi informasi (IT Infrastructure), pengamanan dan akses ke sistem operasi dan database, pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi, dan pengubahan program. Tujuannya untuk menjamin pengembangan dan implementasi aplikasi secara tepat, serta menjamin integritas dari program, data files dan operasi komputer.
Pengendalian umum tidak mengendalikan transaksi yang spesifik, pengendalian tersebut memiliki pengaruh pada integritas transaksi. Sebagai contoh yaitu mempertimbangkan organisasi dengan pengendalian keamanan database yang kurang baik. pada sebuah situasi, meskipun data diproses oleh sistem dengan pengendalian aplikasi yang dibangun memadai bisa jadi ada risiko. seorang individu yang dapat menghindari keamanan database (langsung maupun melalui program) kemudian mengubah, mencuri atau merusak penyimpanan data transaksi. Oleh karena itu, pengendalian umum diperlukan dalam menjalankan fungsi dari pengendalian aplikasi dan keduanya diperlukan untuk menjamin keakuratan laporan keuangan.

2.  Pengendalian Aplikasi

Pengendalian Aplikasi (Application Control), dimaksudkan untuk memberikan kepastian bahwa pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran transaksi sah serta pemutakhiran file-file induk akan menghasilkan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.  Pengendalian aplikasi ini di bagi menjadi tiga kategori yaitu, Pengendalian atas masukan, Pengendalian atas pengolahan dan file data komputer, serta Pengendalian atas keluaran (Output). Adapun tujuan dari pengendalian aplikasi yaitu untuk menjamin keandalan input, file, program dan output. 


Sumber: James A. Hall_Accounting Information System

Selasa, 22 November 2016

PERKEMBANGAN LIMA TEORI FRAUD, FRAUD TREE, DAN KERANGKA PENGENDALIAN INTERNAL SAS (STATEMENT ON AUDITING STANDARDS) NO. 78/COSO


  1.  Teori Triangle Fraud (Klasik)
Teori ini dikemukakan oleh Donald Cressey pada tahun 1953 yang menjelaskan mengapa seseorang melakukan fraud atau kecurangan. Awalnya Donald Cressey melakukan penelitian dengan mewawancarai orang-orang yang pernah melakukan kecurangan atau fraudster. Dia melakukan wawancara kepada 200 orang yang didakwa melakukan fraud di penjara. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa orang yang melakukan fraud dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu :
1.      Pressure (Tekanan)
Orang melakukan fraud karena adanya tekanan. Tekanan merupakan dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan fraud. Tekanan terbagi menjadi tekanan finansial, tekanan akan kebiasaan buruk, dan tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan. Pada umumnya, orang yang melakukan kecurangan karena adanya tekanan finansial. Hai tersebut muncul karena adanya keserakahan, standar hidup yang terlalu tinggi, banyaknya tagihan dan utang, kebutuhan hidup yang tak terduga. Tekanan yang kedua adalah tekanan akan kebiasaan buruk yaitu dorongan untuk melakukan kebiasaan buruk, seperti melakukan judi, alkohol, obat-obatan terlarang. Dan tekanan yang terakhir yaitu tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan. Hal ini bisa terjadi karena ketidakadilan dalam perusahaan, kurangnya perhatian dalam oleh manajer.
2.      Oppurtunity (Kesempatan)
Fraud terjadi karena seseorang memiliki kesempatan untuk melakukannya. Hal ini terjadi karena pengendalian internal pada perusahaan yang lemah, kurangnya pengawasan, atau penyalahgunaan wewenang.
3.      Rasionalization (Rasionalisasi)
Rasionalisasi yang dimaksud adalah seseorang mencari pembenaran atas tindakannya yang berhubungan dengan kecurangan atau fraud. Pada umumnya, seseorang yang melakukan kecurangan, merasa tindakannya bukan termasuk kecurangan, tetapi hal itu merupakan haknya atau biasanya orang tersebut melakukan fraud karena mengikuti orang-orang sekitar yang melakukan hal itu.  



2.  Fraud Scale
Teori fraud scale merupakan perkembangan teori dari teori sebelumnya yaitu teori fraud triangle. Dalam teori ini dapat mengetahui kemungkinan terjadinya tindakan fraud atau kecurangan dengan cara mengamati tekanan, kesempatan dan integritas pelaku yang akan melakukan fraud. Apabila seseorang memiliki tekanan yang tinggi, kesempatan besar dan integritas pribadi yang rendah, maka dapat memungkinkan terjadinya fraud yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Tekanan disini terjadi karena masalah keungan dan atau bisa karena masalah di lingkungannya. Adanya kesempatan untuk melakukan tindak kecurangan disebabkan karena lemahnya pengendalian maupun pengawasan organisasi. Sedangkan, integritas pribadi yang rendah disebabkan oleh kebiasaan individu yang buruk. Fraud Scale mempunyai tujuan untuk mengukur terjadnya pelanggaran etika, kepercayaan dan tanggung jawab. Kecurangan atau fraud ini biasanya mengarah pada penipuan laporan keuangan. 


3.  Teori GONE
Teori Gone merupakan teori yang dikemukakan oleh Bologna pada tahun 1999. Dalam teori ini terdapat empat faktor yang mendorong terjadinya fraud, yaitu :
1.    Greed (keserakahan), berkaitan dengan keserakahan potensial.
2.   Opportunity (Kesempatan), berkaitan dengan keadaan dalam organisasi yang terbuka sehingga dapat membuka kesempatan untuk melakukan kecurangan.
3.      Need (Kebutuhan), adalah suatu tuntutan kebutuhan individu yang harus terpenuhi.
4.  Exposure (Pengungkapan), adalah berkaitan dengan kemungkinan diungkapkannya serta sanksi hukum yang menjerat.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa menurut teori Gone kecurangan dapat terjadi dikarenakan adanya keserakahan didalam kekuasaan, adanya peluang untuk melakukan kecurangan, serta karena dihimpit oleh tuntutan hidup, baik berupa tuntutan primer seperti keluarga individu, maupun karena gengsi. Di Indonesia sendiri hukum yang mengatur mengenai kecurangan telah diatur, namun di dalam pelaksanaannya masih banyak berbenturan dengan etika yang sepantasnya tidak dapat dilanggar. 

4.  Teori Diamond
Teori diamond ini merupakan pengembangan dari triangle fraud. Teori Fraud Diamond adalah teori yang menunjukkan hubungan antara empat elemen yaitu incentive (dorongan), oppurtunity (kesempatan), rasionalization (pembenaran), dan capability (kapabilitas). Gambar Diamond Fraud:
Sumber : Henderson (2014 : 57)

Didalam gambar diamond fraud diatas, dapat diketahui bahwa kecurangan atau fraud terjadi karena 4 elemen yaitu:
1.      Incentive
Incentive merupakan suatu dorongan yang timbul karena adanya tuntutan atau tekanan yang dihadapi oleh seseorang. Incentive dapat memicu terjadinya kecurangan seperti keserakahan yang mengakibatkan tekanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
2.      Opportunity
Opportunity adalah suatu kesempatan yang timbul karena terdapat kelemahan pengendalian internal organisasi atau perusahaan dalam pencegahan dan pendeteksian kecurangan. Oppurtunity dapat terjadi karena adanya kekuasaan terhadap organisasi dan juga karena seorang fraudster atau orang-orang yang melakukan kecurangan mengetahui kelemahan dari system-sistem yang ada.
3.      Rationalization
Rationalization adalah kondisi dimana fraudster atau pelaku kecurangan mencari suatu pembenaran terhadap tindakan yang dilakukannya untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang cepat. 
4.      Capability  
Capability  merupakan suatu kemampuan dan keterampilan tentang pemahaman yang mendetail sehingga seorang fraudster atau pelaku kecurangan dapat mengetahui kelemahan dan dapat memanfaatkannya untuk melakukan fraud atau kecurangan. Capability dapat mengakibatkan ancaman karena pelaku didalam organisasi merupakan orang yang memiliki kekuasaan atau didalam posisi lini manjamen, serta memiliki kecerdasan serta pemahaman tentang sistem didalam organisasi tersebut. Pelaku tersebut disebut sebagai suatu tindakan kejahatan kerah putih atau white collar crime karena kecurangan jenis ini mempunyai ancaman yang sangat besar dan sangat signifikan terhadap organisasi yang bersangkutan.
Adapun menurut Wolfe dan Hermanson (2004) menjelaskan sifat-sifat yang berkaitan dengan elemen capability yang sangat penting dalam pribadi pelaku kecurangan, yaitu: 1) Positioning, 2) Intelligence and creativity, 3) Convidence / Ego, 4) Individu harus memiliki ego yang kuat dan keyakinan yang besar dia tidak akan terdeteksi, 5) Coercion /memaksa, 6) Deceit  dan 7) Stress. 

Dengan begitu, faktor – faktor pendorong terjadi kecurangan menurut fraud diamond dipengaruhi oleh 4 elemen, yakni adanya faktor incentive yang tidak sesuai, adanya kesempatan untuk melakukan kecurangan, adanya pembenaran atas tindakan kecurangan yang disebabkan oleh keserakahan dan tuntutan kebutuhan, serta adanya capability atau suatu pemahaman detail mengenai sistem organisasi sehingga memudahkan pelaku kecurangan untuk melakukan kecurangan didalam organisasi tersebut. Pelaku kecurangan ini memiliki pemahaman tentang sistem organisasi, mengetahui kelemahan pengendalian internal, mereka juga menggunakan posisi, fungsi, atau akses berwenangnya untuk meraup keuntungan yang besar dengan jalan fraud.

5.      Teori Pentagon
Penelitian terbaru dilakukan oleh Crowe pada tahun 2011. Teori ini merupakan perluasan dari teori Triangle dan dua faktor yang lainnya. Menurut Crowe, fraud timbul karena ada lima faktor, yaitu Pressure (tekanan), Opportunity (kesempatan), Rationalization (rasionalisasi), Competence (kompetensi), dan Arrogance (arogansi). Untuk faktor pressure, oppurtunity dan rasionalization sama dengan teori triangle yaitu masing masing karena seseorang mempunyai tekanan sehingga terdapat dorongan untuk melakukan fraud, seseorang mempunyai kesempatan untuk melakukan fraud karena lemahnya pengawasan, dan seseorang mencari pembenaran atas tindakan fraud tersebut.  Selanjutnya dua faktor yang lain yaitu Competence (kompetensi), dan Arrogance (arogansi). Competence (kompetensi) serupa dengan kemampuan atau kapabilitas (capability) yang dijelaskan dalam teori diamond. Competence (kompetensi) merupakan kemampuan karyawan untuk mengabaikan pengawasan internal, mengembangkan strategi penyembunyian, dan mengontrol situsi sosial untuk keuntungan pribadinya (Crowe, 2011). Sedangkan untuk faktor arrogance (arogansi) yaitu sikap superioritas atas hak yang dimiliki dan merasa bahwa pengawasan internal atau kebijakan perusahaan tidak berlaku untuk dirinya. 


Kelima faktor tersebut lebih dikenal dengan Crowe’s fraud pentagon theory. Teori ini dipandang lebih lengkap untuk mengetahui faktor penyebab fraud dibanding teori-teori yang lainnya.

FRAUD TREE

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menggambarkan occupational fraud dalam bentuk fraud tree. Fraud tree merupakan gambaran sistematis yang menunjukan bagian-bagian dari fraud.



Berdasarkan fraud tree diatas, fraud terdiri dari tiga cabang pokok yaitu Corruption (Korupsi), Asset Misappropriation (Penyimpangan atas aset), dan Fraudulent Statements (manipulasi laporan). Kemudian ketiga cabang utama tersebut diklasifikasikan lagi menjadi ranting-ranting dan anak ranting dengan lebih rinci. Sehingga fraud tree dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Corruption
Korupsi merupakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kedudukan di perusahaan atau organisasinya. Menurut ACFE, corupption memiliki empat jenis utama yaitu:
·         Conflict of interest (benturan kepentingan)
Konflik kepentingan muncul ketika pegawai bertindak atas nama pihak ketiga atau atas namanya sendiri. Benturan kepentingan dapat melalui skema pembelian, penjualan, atau lainnya.
·         Bribery (penyuapan)
Penyuapan merupakan kegiatan yang melibatkan pemberian, permohonan, penawaran, dan penerimaan sesuatu yang berharga yang mempengaruhi seseorang agar tidak bekerja  sesuai hukum (menyeleweng). Jenis kegiatan ini adalah invoice kickback (penerimaan dari hasil penjualan), misalkan bagian pembelian suatu perusahaan mendapatkan presentase dari supplier setiap selesai melakukan transaksi. Ada pula bid rigging (pengaturan dalam pengadaan barang dan jasa).
·         Illegal Gratuities (pemberian ilegal)
Pemberian ini semacam gratifikasi, bisa dikatakan ini merupakan bentuk terselubung dari penyuapan. Misal seperti pemberian hadiah penikahan atau ulang tahun kepada pejabat dengan maksud tertentu.
·         Economic Extortion (Pemerasan Ekonomi)
Merupakan pemerasan untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Misal ketika mengurus seseuatu di suatu instansi dan kemudian dipersulit maka kemungkinan ini merupakan tanda jika kita harus memberikan manfaat ekonomi agar dapat berjalan lancar.

2.      Asset Misappropriation (Penyimpangan atas aset)
Penyimpangan atas aset sangat sering terjadi dalam dunia bisnis. Aset dapat disalahgunakan baik secara langsung maupun tidak langsung dan sering pula adanya penggelapan aset baik tunai (cash) maupun non tunai (non-cash).
a)      Cash
·         Skimming
Kas dicuri sebelum kas tersebut secara fisik masuk ke perusahaan. Skimming terdiri dari tiga cabang yaitu sales, receivable, dan refunds. Sales (penjualan), skimming dilakukan dengan cara mencatat hasil penjualan dengan nilai yang lebih rendah dari sesungguhnya. Receivable (piutang), misal dengan cara mencatat penghapusan beberapa piutang yang pada kenyataannya piutang tersebut tetap dibayar.  Refunds adalah pengembalian dana, sama seperti pada penjualan dan piutang, pengembalian dana dari pihak ketiga tidak dikembalikan pada perusahaan.
·         Cash Larceny
Berbeda dengan skimming, Larceny adalah pencurian uang ketika uang sudah masuk dalam perusahaan. Cara ini biasa dilakuakan melalui cash on hand dan deposit. Cash on hand ditandai dengan tidak adanya penjelasan terhadap selisih kas yang terjadi. Sedangkan deposit ditandai dengan slip deposit yang diubah atau disalahgunakan.
·         Fraudulent Disbursement
Dalam fraudulent disbursement terdapat ‘perantara’ yang menjadi media dalam melakukan fraud. Dalam hal ini terdapat 5 cabang:
o   Billing Schemes merupakan skema fraud dengan proses tagihan (faktur) sebagai sarana. Misal dengan membuat faktur palsu
o   Payroll schemes merupakan skema farud dengan pemabayaran gaji sebagai sarana. Hal ini dapat dilakukan dengan mendaftarkan data pegawai palsu atau jumlah gaji yang dicatat lebih besar dari yang dibayarkan.
o   Expense Reimbursement Schemes merupakan skema fraud dengan meminta kembali pembayaran biaya yang sudah dikeluarkan. Misalkan seorang pegawi yang melakukan perjalanan dinas namun malah bersenang-senang tanpa melakukan tugas, meminta ganti atas biaya perjalanan dinasnya meski menurut kebijakan perusahaan tidak diganti, namun tetap memasukkannya ke formulir penggantia biaya dengan kuitansi palsu.
o   Check tampering merupakan pemalsuan cek, baik itu tanda tangan, nama penerima, dan yang lainnya.
o   Register Disbursement merupakan pembatalan penerimaan atau pengeluaran yang sudah masuk dalam cash register, biasanya dilakukan dengan memanipulasi seolah-olah seorang pelanggan mengembaikan barang dan mendapat refund.
b)      Inventory and All Other Asset
·         Missue merupakan penyalahgunaan aset. Salah satunya digunakan untuk kepentingan pribadi. Misal fasilitas mobil dinas yang seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan namun digunakan untuk mengantarkan anak sekolah, jalan-jalan keluarga, da sebagainya.
·         Larceny merupakan pencurian asset perusahaan. Misal seorang manajer memanipulasi seolah-olah mobil dinasnya dicuri dan melaporkan ke perusahaan, sehingga mobil tersebut akan menjadi milik pribadi.

3.      Fraudulent Statements
Manipulasi laporan biasanya ditemukan oleh auditor. Fraudulent statements terbagi menjadi dua cabang yaitu financial dan non-financial. Manipulasi laporan keuangan (financial) biasa tejadi pada laporan keuangan yang baik overstatements (penyajian lebih tinggi) atauunderstatements (penyajian lebih rendah) terhadap aset atau penghasilan. Sedangakan, manipulasi laporan keuangan non-financial misalnya sebuah perusahaan emas menaikkan nilai cadangannya lebih tinggi dari kenyataan untuk menaikkan harga saham.

KERANGKA PENGENDALIAN INTERNAL SAS (STATEMENT ON AUDITING STANDARDS) NO. 78/COSO


1.      Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian adalah dasar untuk 4 komponen pengendalian lainnya. Lingkungan pengendalian membangun warna orgnisasi dan memengaruhi kesadaran pengendalian dari manajemen dan pegawai. Elemen penting dari lingkungan pengendalian yaitu:
a.         Integritas dan nilai etika dari manajemen.
b.         Struktur organisasi
c.         Peserta dari pengurus organisasi yang terdiri dari direktur, komite audit (jika ada)
d.        Filosofi manajemen dan gaya operasi
e.         Prosedur untuk mendelegasikan tanggungjawab dan hak
f.          Metode manajemen untuk menilai kinerja
g.         Pengaruh eksternal, seperti pemeriksaan dari agensi pengaturan
h.         Kebijakan organisasi dan praktek untuk mengatur sumber daya manusia yang dimiliki
2.      Penilaian risiko
Organisasi harus melakukan sebuah penilaian risiko untuk megidentifikasi, menganalisis, dan mengatur risiko yang relevan terhadap pelaporan keuangan. Risiko dapat timbul atau berubah dari keadaan, seperti:
a.       Berubah dalam lingkungan operasi yang baru atau mengubah tekanan kompetitif dalam perusahaan.
b.      Anggota baru yang memiliki perbedaan atau kurang memahami pengendalian internal.
c.       Baru atau rekayasa ulang sistem informasi yang memengaruhi proses transaksi.
d.      Pertumbuhan signifikan dan cepat yang menyaring keberadaan pengendalian internal.
e.       Implementasi teknologi baru dalam proses produksi atau sistem informasi yang memengaruhi proses transaksi.
f.       Pengenalan dari lini produk baru atau dengan aktivitas yang mana organisasi mempunyai percobaan kecil.
g.      Restruktur organisasi menghasilkan pengurangan dan atau realokasi seperti anggota yang memengaruhi operasi bisnis dan proses transaksi.
h.      Memasuki pasar asing yang dapat memengaruhi operasi (risiko yang berhubungan dengan transaksi masa uang asing)
i.        Adaptasi prinsip akuntansi baru yang memengaruhi pembuatan laporan keuangan.

3.      Informasi dan komunikasi
Sistem informasi akuntansi terdiri dari pencatatan dan metode yang digunakan untuk memulai, mengidentifikasi, menganalisa, mengklasifikasikan dan mencatat transaksi organisasi dan untuk menghitung aset dan liabilitas terkait. Kualitas sistem informasi dan akuntansi memengaruhi kemampuan manajemen dalam mengambil langkah dan keputusan dalam hubungan dengan operasi organisasi dan untuk mempersiapkan laporan keuangan yang dapat diandalkan. Sebuah sistem informasi akuntansi yang efektif akan:
a.       Mengidentifikasi dan mencatat semua transaksi keuangan yang sah.
b.      Menyediakan informasi secara berkala tentang transaksi yang cukup detail untuk membuat klasifikasi yang sebagai mana mestinya dan laporan keuangan.
c.       Mengukur secara akurat nilai uang dari transaksi sehingga pengaruh dari transaksi dapat tercatat di laporan keuangan.
d.      Mencatat secara akurat transaksi dalam periode waktu dimana transaksi terjadi.

SAS78/COSO mensyaratkan bahwa auditor memperoleh pengetahuan yang cukup tentang sistem informasi organisasi untuk memahami:
a.         Klasifikasi transaksi yang material terhadap laporan keuangan dan bagaimana transaksi tersebut dari awal.
b.         Pencatatan akuntansi dan akun yang digunakan dalam memproses transaksi material.
c.         Langkah pemrosesan transaksi terkait dari awal sebuah transaksi sampai pencatatannya di laporan keuangan.
d.        Proses Pelaporan keuangan digunakan untuk mempersiapkan laporan keuangan, pengungkapan, dan perkiraan akuntansi.

4.      Aktivitas pengendalian (control activities)     
            Aktivitas pengendalian dilakukan untuk memastikan dilaksanakannya arahan manajemen dalam rangka meminimalkan risiko atas pencapaian tujuan yang dilaksanakan pada semua tingkatan entitas, pada berbagai tahap proses bisnis, dan dalam konteks teknologi yang digunakan.
Yang termasuk control activities atau aktivitas pengendalian yaitu :
–  Policies and procedures (kebijakan dan prosedur)
–  Security application and network (keamanan dalam hal aplikasi dan jaringan)
–  Application change management (manajemen perubahan aplikasi)
–  Business continuity or backups (kelangsungan bisnis)
–  Outsourcing (memakai tenaga outsourcing)
Aktivitas pengendalian dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu
1.         Pengendalian umum, yaitu untuk pengendalian yang bersifat umum
2.         Pengendalian aplikasi, yaitu pengendalian yang termasuk dalam kategori menggunakan aplikasi
5.      Pemantauan(monitoring)
Pemantauan mencakup pengawasan yang berkelanjutan, pengawasan terpisah, atau keduanya untuk memastikan setiap komponen dalam pengendalian internal ada dan berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan adanya pemantauan atau monitoring maka perusahaan dapat
mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi tesebut telah sesuai dengan rencana, mengidentifikasi masalah dan mengatasinya,  melakukan penilaian terhadap pola kerja dan manajemen dalam mencapai tujuan program, dapat mengetahui hubungan antara kegiatan atau program yang dilakukan oleh organisasi tesebut dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, dan dapat menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan. Monitoring terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
1)      Aspek masukan (input) program antara lain mencakup : tenaga manusia, dana, bahan, peralatan, jam kerja, data, kebijakan, manajemen dan yang lainnya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan program.
2)   Aspek proses / aktivitas yaitu aspek dari program yang mencerminkan suatu proses kegiatan, seperti penelitian, pelatihan, proses produksi, pemberian bantuan dan sebagainya.
3)   Aspek keluaran (output), yaitu aspek program yang mencakup hasil dari proses yang terutama berkaitan dengan kuantitas (jumlah)


Daftar Pustaka :
Hall, James A. Accounting Information Systems seventh edition.
Arles, Leardo. 2014. Predator vs. Accidental Fraudster Diamond theory Refleksi Teori Fraud Triangle (Klasik). https://www.academia.edu, 20 November 2016.